Cerita Mahabharata. Oleh karena maharesi Wishwamitra tidak berkenan menerima pelayanannya lebih lanjut darinya, maka raja Hariscandra bersama anak dan istrinya bersiap-siap pergi meninggalkan istana. Seisi istana dan penduduk yag mendengar berita ini tidak mampu menahan tetesan air matanya, bagaikan sebuah bendungan yang tidak mampu lagi menahan serangan banjir. Mereka semua sangat bersedih dan menangis sedih.
Showing posts with label Maharaja Harischandra. Show all posts
Showing posts with label Maharaja Harischandra. Show all posts
Maharaja Harischandra (2)
Cerita Mahabharata. Resi Canakya, pendeta yang beralih menjadi politisi hebat didalam karyanya “Canakya Niti Sastra” mengatakan bahwa orang suci tidak dapat dijumpai di setiap tempat. Walaupun orang memiliki harta dan pengikut yang tak terhitung, tetapi, kalau memang tidak karma-nya dan tidak diberkahi, maka meskipun ia mencari-cari orang suci, ia tidak akan pernah dapat menemukannya. Sedangkan, raja Hariscandra justru didatangi oleh seorang maharesi. Kita dapat membayangkan bagaimana bahagianya hati raja Hariscandra yang saleh dan jujur itu didatangi oleh tamu maha agung seperti itu.
Maharaja Harischandra (1)
Cerita Mahabharata. Dalam garis keturunan raja-raja dari keluarga Suryawangsa terdapat seorang raja terkenal bernama Maharaja Trishangku. Ia dikenal didalam cerita-cerita Purana-Itihasa sebagai seorang raja yang menginginkan pergi ke Surga bersama badan kasarnya. Ia meminta guru kerajaannya, Maharesi Vasistha untuk melakukannya, tetapi ditolak karena hal itu menyalahi hukum Tuhan. Putra Maharesi Vasistha ketika dimintai bantuan yang sama, menjadi sangat marah dan bahkan berbalik mengutuk raja Trishangku. Akhirnya, Trishangku mendekati Maharesi Wishwamitra, memohon bantuannya. Maharesi berkenan melakukannya, hanya demi berbeda dengan rivalnya, Maharesi Vasistha.
Subscribe to:
Posts (Atom)











