Make a donation Talk Fusion Saling Memberi
Showing posts with label Pura Mahabharata. Show all posts
Showing posts with label Pura Mahabharata. Show all posts

Pura Taman Sari

Pura Mahabharata. Dalam lingkungan Pura Taman Sari terdapat dua buah Meru Tumpang Sebelas dan Meru Tumpang Sembilan yang pada bagian dasarnya dikelilingi oleh kura-kura raksasa yang dikelilingi oleh kolam dengan dibelit Naga Ananthaboga. Hal tersebut mengisahkan saat para Dewa memutar air kehidupan (amerta) yang bertujuan untuk kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia. Lingkungan Pura Taman Sari juga menjadi objek penelitian karena penilaian bahwa di lingkungan Pura ini sarat akan nilai historisitas. Betapa tidak, Pura ini dianggap sangat penting karena dulunya pernah menjadi lokasi penyimpanan senjata pusaka dari Kerajaan Majapahit yang dipunyai oleh Dinasti Kepakisan.

Pura Alas Kedaton

Pura Mahabharata. Alas Kedaton adalah tempat wisata yang cukup ternama di Pulau Bali yang memiliki ciri khas hutannya yang lebat dan asri, serta didiami berbagai macam satwa-satwa yang menggemaskan dan lucu, seperti kera dan kelelawar. Dengan luas lahan sekitar 6,5 hektar, Alas Kedaton dihuni oleh populasi keranya yang mencapai 1.800 ekor. Alas kedaton hingga kini sangat terjaga kelestariannya karena adat-istiadat penduduknya yang berpantang untuk menebang pohon sembarangan, apalagi jika sampai melakukan penggundulan hutan. Didalam hutannya ada sebuah Pura yang dinamakan Pura Alas Kedaton. Pura ini dikelilingi oleh

Pura Taman Ayun

Pura Mahabharata. Pura Taman Ayun memiliki usia yang sudah sangat tua sekitar 400-an tahun (dibangun sekitar tahun 1634). Di setiap sudut Pura Taman Ayun tercermin nilai eksotika yang luhung menggambarkan si pembuatnya yang mengerti ihwal keindahan dan keserasian hidup. Sebagaimana telah disebutkan bahwa lingkungan Pura Taman Ayun merupakan lingkungan kerajaan yang telah ada sejak tahun 1634. Lingkungan Pura ini dikelilingi oleh kolam yang berisi bunga teratai. Lingkungan Pura Taman Ayun juga terbagi menjadi tiga halaman dan ditumbuhi oleh beberapa tumbuhan hijau dan rerumputan yang dipelihara dengan rapi, juga dihiasai barisan maru, Paibon dan Padmasana

Pura Tirta Empul

Pura Mahabharata. Pura yang masyhur di Bali adalah Pura Tirta Empul Tampaksiring yang berlokasi di sebuah desa sekitar 36 km dari Ibukota Denpasar. Di lingkungan Pura ini terdapat beberapa bangunan bersejarah lainnya diantaranya yakni Istana Presiden yang dibangun dimasa pemerintahan presiden Soekarno. Dalam sejarahnya nama Pura ini diambil dari nama mata air yang terdapat dibagian dalam Pura yang bernama Tirta Empul. Jika ditelaah secara etimologi nama Tirta Empul memiliki arti air yang menyembul keluar dari tanah sehingga memiliki arti bahwa air suci yang menyembur keluar dari tanah. Air di Pura ini mengalir ke sungai Pakerisan. Pura ini

Pura Agung Besakih

Pura Mahabharata. Nama Pura Agung Besakih bisa dikatakan sama terkenalnya dengan Tanah Lot, Kuta, atau Gunung Agung di Bali karena tempat peribadatan umat Hindu ini merupakan induk Pura-Pura yang ada di Pulau Dewata. Pura ini masih menyandang konsep terdahulu, yakni terdiri dari 18 Pura Pendukung (pekideh) yang merupakan satu kesatuan konsep dengan titik pusat berada di Pura Agung Besakih. Kawasan Pura Besakih menempati areal yang lumayan luas dalam radius sekitar 3 kilometer dengan Pura Pesimpangan di sisi hilir dan Pura Pangubengan di sisi hulu.

Pura Goa Gajah

Pura Mahabharata.                                  Instant Pay For You
Ketika Anda mendengar nama Goa Gajah pasti langsung terbersit difikiran bahwa goa tersebut banyak gajahnya, atau bahkan goa tersebut dibuat untuk dihuni para gajah. Lantas, benarkah seperti itu? Goa Gajah ini merupakan salah satu situs peninggalan sejarah di Nusantara. Sebenarnya yang disebut Goa Gajah tersebut merupakan bangunan sebuah Pura, namun karena bentuknya yang menyerupai

Pura Ponjok Batu

Pura Mahabharata.                                  Instant Pay For You
Lingkungan Pura Ponjok Batu ini sangat unik karena merupakan sebuah tanjung yang terdiri dari batu dimana dari celah-celah batu itu tumbuh pohon kamboja dan semak yang terlihat begitu indah. Dalam terminologi Bali, “Ponjok Batu” ialah Tanjung Batu. Lingkungan Pura ini merupakan lingkungan Pura tempat pemujaan/persembahyangan umum untuk mohon keselamatan. Dari depan lingkungan Pura yang dibatasi jalan raya menuju Amlapura terlihat pemandangan Laut Jawa yang terbentang luas yang dapat menimbulkan ketenangan jiwa dan menumbuhkan inspirasi bagi pengunjungnya. Laut yang tenang yang ditumbuhi

Pura Tanah Lot

Pura Mahabharata. Nama Tanah Lot tentunya tak asing bagi para wisatawan yang telah berulang kali datang ke Bali. Jangankan yang telah datang berulang kali, masyarakat yang berada di luar wilayah Bali pun sudah sering mendengar nama objek wisata sangat indah ini entah dari televisi, koran, internet, cerita teman, dsb. Tanah Lot memang menyajikan keindahan alam yang menakjubkan yang sulit untuk menemukan tandingannya. Di Tanah Lot ada bangunan Pura yang didirikan pada abad ke-15 M dimasa Pedanda Bawu Rawuh atau Danghyang Nirartha yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Ketika itu, penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben dikabarkan iri terhadap kesaktian Danghyang Nirartha yang mampu menaklukkan dan membuat simpati masyarakat Bali. Lantas Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirirtha untuk meninggalkan tanah Bali. Beliau-pun menyanggupi, namun sebelum ia meninggalkan

Pura Luhur Serijong

Pura Mahabharata.                                  Instant Pay For You
Pura Luhur Serijong memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan Pura-Pura lainnya di Bali. Letaknya yang berada di bibir pantai yang di kelilingi oleh pepohonan soka dan semak-semak membuat Pura ini memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka yang mengunjunginya. Bukan hanya itu, aura mistis nan mengandung kekuatan magis pun begitu kuat terasa ketika berada di sekitar Pura Luhur Serijong. Kawasan Pura Luhur Serijong termasuk areal yang sangat dijaga kesucian dan kelestariannya karena nilai histori serta kesakralan yang dimiliki oleh Pura ini, maka patutlah menjadi

Pura Rambut Siwi

Pura Mahabharata.                                  Instant Pay For You
Rambut Siwi yang dikenal sebagai objek wisata merupakan lingkungan sebuah Pura yang bernama Pura Rambut Siwi. Lokasi Pura ini begitu menawan karena dikelilingi oleh pesawahan yang membentang luas dan berundak-undak khas Bali, dimana di sebelah selatannya terdapat gundukan tebing dan batu karang yang lumayan curam. Jika pengunjung bersedia menaiki tebing maka akan terlihat hamparan warna biru Samudera Indonesia yang dihiasi dengan deburan ombak. Di sebelah barat daya lingkungan Pura ada balai yang disediakan secara khusus untuk menikmati sajian alam yang indah berupa panorama laut yang membentang sampai sejauh mata memandang.

Pura Ulun Danu Beratan

Pura Mahabharata. Pura Ulun Danu yang dibangun sekitar abad ke-XVI. Pura ini dibangun pasti ada maksud dan tujuannya yakni sebagai tempat pemujaan Dewi Danu yang dipercaya masyarakat sebagai Dewi Kemakmuran. Dan Pura inilah yang disebut-sebut sebagai ikon Bali selain Pura Besakih, Kecak, dan Legong. Pura ini terletak di sebelah barat Danau Beratan, dengan posisi yang agak menjorok terdapat sebuah Pura dengan meru yang menjulang begitu anggun. Jika dilihat dari Bedugul, begitu indahnya pemandangan Danau Beratan beserta lingkungan yang mengitarinya. Hamparan Danau Beratan membuat mata siapapun terbelalak dan tersadar bahwa kuasa Tuhan sebagai sang Pencipta sungguh tiada

Pura Goa Lawah

Pura Mahabharata. Pura Goa Lawah merupakan sebuah Pura yang terletak di Gua Kelelawar di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan. Bisa dipastikan bahwa ketika Anda hendak menuju ke Candikasi, maka akan melewati Pura Goa Lawah ini. Lokasinya sangat strategis karena terletak diantara Kabupaten Klungkung dan Karangasem. Pura Goa Lawah sendiri merupakan sebuah kompleks Pura yang lumayan luas dan berada di sisi kiri jalan jika Anda menuju ke Karangasem dan tepat di seberangnya adalah pantai yang memiliki pasir hitam. Pura Goa Lawah merupakan salah satu

Pura Luhur Uluwatu

Pura Mahabharata. Eksistensi Pura Uluwatu memiliki nilai yang luhung bagi masyarakat Bali yang terkenal begitu religius. Lingkungan Pura Uluwatu sendiri konon telah berdiri sejak sekitar abad ke-11, yang menurut perhitungan kuno seusia dengan seorang empu terkenal bernama Empu Kuturan yang mendirikan pelinggih di lingkungan Pura Besakih. Yang kemudian tempat tersebut dipilih oleh Pendeta Dahyang Nirarta untuk mencapai moksa dan menapaki hakikat kesucian jiwa yang bersih dari noktah dan dosa. Pura ini merupakan Pura Sad Kahyangan yang dipercaya oleh masyarakat Hindu Bali sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura Uluwatu memiliki beberapa Pura Pesanakan. Maksudnya yakni Pura yang sangat erat kaitannya dengan Pura induk. Pura Pesanakan itu yakni Pura Bajurit, Pura

Pura Dalem Balingkang

Pura Mahabharata. Pura Dalem Balingkang dikenal memiliki keunikan tersendiri karena terdapatnya ornamen uang kepeng dan interiornya. Terlebih bangunan Pura ini juga sangat mirip dengan bentuk pagoda, dimana hal ini sangat terkait dengan proses akulturasi budaya dengan Tionghoa yang akan dijelaskan berikutnya. Pura Dalem Balingkang juga dulunya difungsikan sebagai istana raja keturunan Raja Sri Jaya Pagus. Yang menarik ialah keberadaan Palinggih Ratu Ayu Subandar yang didominasi dengan warna mencolok; merah dan kuning. Tahukah Anda bahwa kedua warna itu sangat khas dengan warna pada bangunan tempat peribadatan masyarakat Tionghoa, Wihara. Yang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada Kang